PERKEMBANGAN DAN DAMPAK PENGARUH BARAT DI INDONESIA PADA MASA KOLONIAL

Minggu, 16 Januari 2011



Perkembangan dan Dampak Pengaruh Barat di Indonesia
A. Merkantilisme, Revolusi Industri, kapitalisme
B. Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia
C. Perkembangan Ekonomi dan Demografi di Indonesia Masa Kolonial

A. Merkantilisme, Revolusi Industri, Kapitalisme, dan Pengaruh di Indonesia

Merkantilisme
Paham bertujuan mengumpulkan emas sebanyak-banyaknya dalam kas negara.
Neraca perdagangan aktif
Ciri – ciri :

1. Etatisme
2. Proteksionisme
3. Monopoli Perdagangan
4. Industri dalam negeri
5. Mencari daerah jajahan dengan kekayaan alam tinggi
Dianut : Perancis, Belanda, Jerman
Pengaruh di Indonesia :
Belanda yang menganut paham merkantilisme juga menerapkan paham tersebut di
negeri jajahannya termasuk di Indonesia.

Revolusi Industri
Perubahan besar dalam memproduksi barang
Pelopor : Inggris
Tahap – tahap :
Revolusi industri I : Teknik kuno, (Kayu , batu bara) di Inggris
Revolusi industri II : Teknik baru, ( listrik, bensin) Di AS, Jerman
Revolusi Industri III : Biotehnik, (atom, nuklir) Di Amerika , Uni Soviet

Akibat :
a). Bidang Ekonomi :Harga barang murah
Upah buruh murah
Pertentangan kaum buruh – para majikan
Pelayaran dan perdagangan dunia maju
Kapitalisme muda diganti kapitalisme modern
Perkembangan Kapitalisme
Kapitalisme kuno : (Kapitalis sebagai Perantara )
Kapitalisme muda : (Kapitalis sebagai partner negara)
Kapitalisme modern : (Kapitalis sebagai produsen, Pedagang,dan distributor )

b). Bidang social : Urbanisasi besar-besaran
Kota industri penuh kaum buruh
Melonjak kejahatan
Kaum buruh diperas majikan
c). Bidang politik : Berkembang imperialisme modern
Berkembang paham liberalisme

2 macam imperialisme :
- Imperialisme kuno ( gold , glory , gospel )
- Imperialisme modern : ( cari tanah jajahan untuk mendapat bahan mentah, tenaga
murah,Pasar bagi barang industri)
Mengapa Inggris menentang merkantilisme?
Merkantilisme dianggap tidak menguntungkan tetapi hanya menimbulkan
kesengsaraan bagi rakyat di negeri jajahan
Mengapa Inggris mempelopori liberalisme di Eropa?
Inggris menginginkan agar dihapusnya proteksionisme shg inggris dapat memasarkan
produknya ke negara lain
Mengapa Inggris mempelopori imperialisme modern ?
Inggris ingin dapat bahan mentah, tenaga murah , serta pasar bagi hasil produksinya di
negeri jajahannya

Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia Abad ke-19 dan ke-20
Mengapa Bangsa Belanda mencari Rempah-remah di Indonesia?
Belanda tidak dapat lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon yang telah dikuasai
Spanyol
Perjalanan Belanda ke Indonesia :
Tahun1594 : Claudius ( kunci pelayaran timur jauh ) Linscoten ( P Jawa) interario
Tahun1595 : Cornelis de Houtman ( tiba di Banten )
Tahun1598 : Jacob Van Neck dan Van Waerwyck (tiba di Banten)
Rute Pelayaran Cornelis de Houtman :
Belanda - Pantai barat Afrika - Tanjung Harapan - Samudera Hindia - Selat sunda –
Banten
Penyebab Ketegangan :
- Sikap Cornelis de Houtman yang kaku dalam perdagangan
- Membeli rempah- rempah dari pedagang Cina perantara
- Tidak menggunakan jalur perdagangan yang ada

Terbentuknya VOC ( tahun1602 ) :
Prakarsa : Pangeran Mauritz dan Johan Van Olden
Tujuan : a. menghindari persaingan tidak sehat
b. memperkuat posisi belanda menghadapi persaingan
c. membantu dana pemerintah Belanda
Kelebihan : tata kerja rapi terkontrol dalam organisasi yang kuat

Hak oktroi VOC : 1. monopoli perdagangan.
2. mencetak & mengedarkan mata uang
3. mengangkat & menghentikan pegawai dan penguasa setempat
4. mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5. memiliki tentara
6. mendirikan benteng
7. menyatakan perang/damai

Gubernur Jenderal VOC :
- Pieter Both 1610 - 1614 ( di Ambon )
- Jan Pieterzoon Coen 1619 - 1629 : Peletak dasar imperialisme
Merebut Jayakarta – Batavia ( 30 Mei 1619 )
- Antonio Van Diemen 1636 – 1645 : Memperluas ke Malaka
- Joan Maetsycker 1653 – 1678 : Memperluas ke Semarang
- Cornelis Speelman 1681 – 1684 : Menghadapi perlawanan bersenjata

Monopoli Perdagangan VOC :
Verplichte Leverantie : Penyerahan wajib hasil bumi
Contingenten : Kewajiban bayar pajak ( hasil bumi )
Ketentuan areal & jumlah tanaman : Rempah-rempah boleh ditanam
Ekstirpasi : Menebang tanaman rempah - rempah
Pelayaran hongi : Untuk mengawasi monopoli Perdagangan VOC

Sistem Birokrasi VOC :
GUBERNUR JENDERAL
Raad van Indie
( 4 anggota )

Gubernur daerah

Residen

Asisten residen

Pemerintahan tradisional

(Feodalisme : ketaatan lapisan bawah kepada lapisan atas)


Sebab Kemunduran VOC :
- korupsi
- Biaya perang
- Persaingan dengan kongsi Dagang lain
- Anggaran pegawai besar
- Hutang VOC
- liberalisme
- Deviden pada Pemegang saham
- Pendudukan Perancis Atas Belanda

VOC dibubarkan Tgl 31 Desember 1799


Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
Setelah VOC dibubarkan, Indonesia diurus oleh Dewan Asia.
Pemerintahan dipegang oleh Gubernur Jenderal Johannes Siberg.

2 komisaris Gubernur Jenderal Johannes Siberg :
- Nedenburg ---- berpandangan konservatif
- Van Hogendrop -----berpendirian liberal
Perbedaan tersebut diselesaikan dengan Charter 1804 ----- tetapi tidak dilaksanakan
karena serangan Inggris

Pemerintahan Herman W. Daendels
Kebijakan Pemerintahan :
1) Bidang Birokrasi : pusat pemerintahan masuk pedalaman
dewan penasihat
sekretariat negara
pulau Jawa dibagi 9 prefektuur & 31 kabupaten
bupati sebagai pegawai Belanda
2). Bidang Hukum : - 3 jenis pengadilan ( Eropa, Pribumi, Timur )
- berantas korupsi

3). Bidang Sosial : - kerja rodi anyer – penarukan
- perbudakan
- menghapus upacara Penghormatan sultan
- membuat jaringan pos distrik
4). Bidang Militer dan pertahanan :
- membangun jalan anyer-penarukan
- menambah angkatan perang
- membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang
- membangun benteng pertahanan
- membangun pangkalan angkatan laut Ujung Kulon dan Surabaya
5). Bidang Ekonomi :
- membentuk dewan pengawas keuangan
- mengeluarkan uang kertas
- memperbaiki gaji karyawan
- memonopoli perdagangan Beras
- penjualan tanah pada pihak Asing
- mengadakan preanger stelsel

Penyebab Kejatuhan Daendels
Otoriter timbulkan perlawanan
sistem pemerintahan buruk
Manipulasi (jual tanah, istana Bogor)



Penjajahan Inggris ( 1811 – 1816 )
Sejak Tahun. 1811 Indonesia resmi dikuasai Inggris
EIC (organisasi dagang. Inggris)
Latar Belakang :
Continental stelsel :
Memblokade perdagangan Indonesia yang dikuasai Belanda - Perancis
Kapitulasi Tuntang :
Tgl 11sept 1811Oleh : Auchmuty (Inggris) & Janssens ( Belanda)
Isi :
Jawa diserahkan Inggris
Tentara Belanda Jadi Tawanan Inggris
Hutang Belanda Bukan Tanggungan Inggris
Pegawai Belanda dapat jabatan bila mau kerja sama

Pemerintahan Thomas Stamford Raffles
Tanggapan positif rakyat Indonesia terhadap pemerintahan Raffles
- Rakyat & raja tidak Suka Daendels
- Raffles berkepribadian simpatik
- Misi rahasia ke Kerajaan. Anti Belanda

Kebijakan Pemerintahan
Raffles badan penasihat Muntinghe
Cranssen
Gillespie
1). Bidang Birokrasi Pemerintahan
- pulau Jawa menjadi16 karesidenan
- Penguasa pribumi (turun –temurun) Dilepas kedudukan
- Sistem pemerintahan kolonial bercorak barat
2). Bidang Ekonomi
- Kebebasan menanam tanaman ekspor
- Hapus pajak hasil bumi dan penyerahan wajib
- sistem sewa tanah, ada 3 kelas:
Kelas I , tnh subur – pajak ½ bruto
Kelas II, tnh ½ subur – pajak 1/3 bruto
Kelas III, tnh tandus, - pajak 2/5 bruto
- Pungutan pajak per desa
- Monopoli garam dan minuman keras
Tujuan Sewa Tanah
- Menjual secara bebas
- Pemasukan tetap
- Daya beli masyarakat
- Sistem ekonomi barang
Pelaksanaan Sewa tanah
- Paksaan diganti kebebasan
- Adat-istiadat longgar
- Hubungan perjanjian

Hambatan pelaksanaan
- Pegawai Cakap terbatas
- Belum ada Pengukuran tanah
- Pajak tinggi
- Pejabat Sewenang-wenang
- Belum mengenal Dagang ekspor
3). Bidang Hukum
- Berorientasi pada besar kecilnya kesalahan
- Court of justice
- Police of magistrate
- Court of request
4). Bidang Sosial
- Hapus kerja rodi
- Hapus perbudakan
- Penghapusan pynbank
5). Bidang ilmu pengetahuan
- History of java
- Rafflesia Arnoldi
- Kebun raya Bogor
- Bataviaach Genootschap

Akhir Kekuasaan Thomas Stamford Raffles
Convention Of London :
- Nusantara dikembalikan kepada Belanda
- Jajahan Belanda tetap di tangan Inggris
- Bangka diserahkan ke Belanda

Pemerintahan Hindia Belanda (1816-1942)
Bagaimana Pemerintahan setelah Inggris?
Pemerintahan Hindia Belanda (pemerintahan kolektif) Dipimpin komisaris jenderal
Bagaimana kesulitan yang dihadapi pemerintahan baru?
Kerajaan di luar jawa mandiri
Usaha Raffles ingin berkuasa kembali
Bagaimanakah perselisihan Inggris-Belanda di Indonesia?
Raffles mendirikan Singapura, Belanda menganggap Inggris telah melanggar Konvensi
London
Bagaimanakah Penyelesaiannya?
Diselesikan melalui Treaty of London
Treaty of London : - 2 negeri saling memasuki wilayah jajahan
- Belanda menarik diri dari jajahan di Asia Daratan
- Inggris menarik diri dr Nusantara
- Kemerdekaan Aceh dihormati 2 pihak
- Tanggung jawab atas keamanan Selat Malaka
Traktat Sumatra : Inggris tidak menghalangi Belanda untuk meluaskan wilayah
sampai Aceh
Perang Aceh (1873 – 1904)

Politik Kolonial Masa Komisaris Jenderal
- Sistem residen dipertahankan
- Desa dipertahankan
- Hapus sistem juri
- Bupati sebagai Penguasa feodal
- Penanaman modal Pengusaha asing

Kaum liberal
Eksploitasi ekonomi Diserahkan Swasta barat

Kaum konservatif
Pungutan hasil bumi Oleh pemerintah Secara langsung

Gubernur Van Der Capellen ( politik dualistis )
- Sistem pungutan oleh pengusaha pribumi
- Memberi iijin pengusaha Barat utk menanamkan modal

VAN DEN BOSCH
Tanam Paksa ( Cultuur Stelsel )
latar belakang tanam paksa :
- biaya perang
- perang diponegoro
- perang kemerdekaan belgia
- gagasan liberal gagal
- pemasukan penanaman kopi tidak banyak
- kas kosong, hutang banyak

aturan tanam paksa :
1. penyediaan tanah ( tidak lebih 1\5 )
2. tanah bebas pajak
3. dilaksanakan pemimpin pribumi
4. gagal panen bukan salah petani
5. kelebihan hasil diberikan petani
6. tidak punya tanah dipekerjakan di pabrik
7. tanam paksa tdk melebihi waktu penanaman padi
penyimpangan :
1. paksaan perjanjian penyediaan tanah
2. tanah digunakan lebih 1\5
3. tanam paksa melebihi waktu penanaman padi
4. buruh sbg tenaga paksa
5. gagal panen tanggung jawab petani
6. tanah terkena pajak
7. kelebihan hasil tdk diberikan pada petani

akibat tanam paksa
Bagi Belanda
- Tanaman ekspor = untung besar

Bagi Indonesia
Miskin dan menderita
Pajak besar
Gagal panen
Jml penduduk menurun
Mengenal ekspor

Reaksi :
Rakyat Indonesia
Perlawanan di Sumbar
Pembakaran tembakau di Jawa
Kaum pengusaha
Sistem tanam paksa dihapus
Kaum humanis Belanda
Baron Van Hoevell
Edward Douwes Dekker
( Max Havellar – Multatuli )

Akibat
Politik Liberal Kolonial
Bagi Belanda :
Untung besar
Belanda menjadi pusat perdagangan
tanah jajahan
Hasil perkebunan dan pertambangan mengalir ke Belanda

Bagi Indonesia :
Tingkat Kesejahteraan Penduduk merosot
Adanya krisis perkebunan
Konsumsi bahan makanan menurun
Usaha kerajinan rakyat menurun
Pengangkutan dengan gerobak menurun penghasilannya

POLITIK ETIS
Latar Belakang
- Ekonomi liberal tidak mengubah nasib rakyat
- Belanda menindas rakyat
- Tanam paksa menimbulkan Pendeitaan rakyat
- Rakyat kehilangan tanah
- Kritik terhadap praktik Kolonial liberal

Tujuan Pelaksanaan :
Belanda memiliki kewajiban untuk mengusahakan kemakmuran Dan perkembangan sosial ekonomi Penduduk Hindia

Pelaksanaan Politik Etis
1. Desentralisasi Pemerintahan
Adanya UU Desentralisasi
Dewan karesidenan dihapus
Dibentuk Volksraad ( badan perwakilan rakyat )
Dewan propinsi, di kota, di Lokal di luar Jawa dibentuk
2. Irigasi ( pengairan ) Di Brantas dan Demak
3. Transmigrasi, Akibat adanya permintaan tenaga kerja di luar Jawa
4. Edukasi Sekolah kelas I ( untuk orang berkedudukan )
Sekolah kelas II ( untuk anak pribumi )
Didirikan 3 sekolah untuk Calon pamong praja
5. Hukum dan Pengadilan
Pengadilan Gubernemen (Dilaksanakan oleh pemerintahan Kolonial)
Pengadilan Pribumi ( dilaksanakan menurut Hukum adat )

kegagalan politik etis
Sedikit penduduk pribumi yang untung dan punya Kedudukan yg baik
Pegawai negeri pribumi hanya sebagai alat
Sistem ekonomi liberal menguntungkan Belanda

C. Perkembangan Ekonomi dan Demografi di Indonesia Masa Kolonial

Tingkat Kepadatan Penduduk
Kelompok padat : Jawa, Bali, Sumbar, Sulsel
Kelompok sedang : Sumatra, Kalimantan, Sulteng, Nusa Tenggara
Kelompok jarang : Maluku , Papua

Faktor penentu tingkat Kepadatan penduduk
Faktor alamiah
Perkembangan teknologi
Ekstensifikasi dan intensifikasi

Mobilitas Penduduk Indonesia Abad Ke-20
Migrasi Intern
Perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain
Faktor – Faktor :
Persebaran penduduk tidak merata
Tekanan sosial-ekonomi
Luas lapangan. Pekerjaan
Baiknya keamanan
Komunikasi & transport lancar
Peperangan

Migrasi ekstern :
Perpindahan penduduk dari satu pulau ke pulau lain
Pulau Jawa dijadikan sebagai pusat migrasi karena pulau Jawa merupakan pusat kenegaraan. Modernisasi Dan pusat pendidikan ( pelajar, pedagang, pegawai, militer, tukang )
Akibat Sosial Migrasi
1. hubungan. Antarsuku dan antardaerah makin erat
2. Tumbuh Persatuan
3. Konflik penduduk asli & pendatang
Kepadatan Penduduk & Gejala Sos-Eko
Gejala Sos-Eko
1. Kemajuan teknologi Pertanian
2. Kaum petani meningkat
3. Petani kaya sebagai tuan tanah
4. Jenis pekerjaan bertambah
5. Jumlah petani kaya meningkat
Kehidupan Sos-bud Masyarakat Masa Kolonial
Perubahan Struktur sosial
Penggolongan Penduduk :
a. Gol. Belanda
Gol. Eropa
Org bangsa lain
b. Gol timur asing
c. Gol Pribumi
Penggolongan Lapisan :
a. Lap. Bawah ( buruh, tukang)
b. Lap. Tengah (pegawai, pedag)
c. Lap. Atas ( bangsawan )
Perluasan Pengajaran & Mobilitas Sosial
Adanya peningkatan status atau Pekerjaan seseorg karena pendidikan Sehingga hal itu
menarik kaum pribumi untuk mengikuti pendidikan
Mobilitas geografis
merupakan perubahan tempat tinggal
Mobilitas sosiologi
merupakan perubahan pekerjaan ( m. horisontal & m. vertical )

Kebijakan Pemerintah Kolonial Dalam Bidang Keagamaan
Pemberontakan muslim Dianggap membahayakan
Snouck Hurgronje
1. Membedakan Islam sebagai ajaran agama dan ajaran politik
2. Dukungan dari kaum adat
3. Perubahan masyarakat Indonesia dimodernkan dengan budaya barat
4. Tidak langsung menuduh pemuka agama sebagai biang keladi
Kedudukan dan Peranan Perempuan
Gagasan muncul dari R,A. Kartini ( Habis Gelap Terbitlah Terang )
Kehidupan wanita Sunda
Terdiri 3 periode :
1. Masa kanak-kanak penuh kegembiraan
2. Patuh sebagai istri & ibu
3. Masa penuh pengaruh sebagai nenek
Dewi Sartika
Menyelidiki kemunduran kemakmuran penduduk di P. Jawa dan usaha meningkatkan
derajat kau wanita
Muncul perkumpulan wanita ( Wanita Hadi, Wanito Susilo ), organisasi wanita
Keagamaan ( Aisyiah), muncul majalah wanita ( Wanita Sworo ), surat kabar
( Poetri Merdika )


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar